TEMPO.CO, California - Yahoo Inc menggugat Facebook Inc atas tudingan pelanggaran lebih dari 10 paten yang mencakup metode dan sistem untuk iklan di Internet. Kasus ini membuka pertempuran hukum besar pertama di antara perusahaan raksasa dalam media sosial itu.

Gugatan paten Yahoo datang menyusul pengumuman Facebook untuk melakukan penawaran saham umum perdana yang menghargai perusahaan sekitar USD 100 miliar.
Juru bicara Facebook Thaw Jonathan mengatakan pihaknya kecewa justru mengetahui gugatan itu dari media.  "Kami kecewa bahwa Yahoo, mitra bisnis lama dari Facebook dan perusahaan yang telah secara substansial mengambil manfaat dari hubungannya dengan Facebook, telah memutuskan untuk menempuh jalur hukum," katanya.
Dalam sebuah pernyataan email, Yahoo mengatakan mereka yakin akan menang. "Sayangnya, yang terjadi dengan Facebook tetap belum terpecahkan dan kami dipaksa untuk mencari keadilan di pengadilan federal," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.
Yahoo, salah satu perusahaan perintis Web, mengalami penurunan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir pada saat pesaingnya seperti Facebook dan Google  berkembang pesat. Pada bulan Januari, Yahoo menunjuk mantan Presiden PayPal Scott Thompson sebagai kepala eksekutif baru, menggantikan Carol Bartz, yang dipecat pada bulan September.
Yahoo mengatakan akhir bulan lalu pihaknya akan menempuh upaya hukum terkait lisensi atas paten dari Facebook dan bahwa perusahaan lain telah menyetujui kesepakatan lisensi tersebut.