TEMPO.CO , Jakarta - Sejak bulan lalu operator selular XL telah mengumumkan mulai menghapus layanan data dengan skema unlimited. President Direktur XL, Hasnul Suhaimi mengatakan langkah itu diprotes pelanggannya. "Banyak email masuk yang mengkritik kebijakan ini, bahkan mengancam akan pindah operator lain," ujarnya ketika menyampaikan materi dalam seminar 'Resisting the Doomsday of Telco Players' di Jakarta, 14 Maret 2012.

Ia menyampaikan pelanggan internet unlimited hanya sekitar tiga persen jumlah pelanggan XL, namun mereka memakan jaringan 40 sampai 45 persen.
"Jangan seolah-olah layanan unlimited paling penting, padahal hanya digunakan tiga persen pelanggan," ujarnya menambahkan.
Ia juga menambahkan bila layanan ini diteruskan maka akan sangat beresiko bagi XL. Pasalnya, penjualan internet limited tidak menutup biaya operasional dan investasi yang diperlukan untuk mempertahankan kualitas pelayanan yang baik. "Jadi trafik layanan data harus diturunkan," katanya.
Ia menambahkan, dengan alasan yang sama, layanan data dengan skema ini juga sudah mulai ditinggalkan oleh operator di dunia, seperti O2, Orange dan Vodafone.
"Saat ini permasalahan utamanya adalah bagaimana mengkomunikasikan pada masyarakat bahwa paket data limited sebenarnya juga sudah mencukupi kebutuhan mereka," katanya.